Mengonsumsi junk food memang bisa membuat siapa saja ketagihan, tidak terkecuali anak remaja. Mereka sering kali lebih memilih mengonsumsi junk food dibanding makanan sehat, seperti buah-buahan, sayuran, dan produk susu. Junk food, seperti sepiring burger dengan keju yang meleleh ditambah dengan kentang goreng yang panas memang enak, namun memiliki kandungan gizi yang rendah. Sedangkan anak remaja membutuhkan berbagai nutrisi dari makanan sehat untuk mendukung tumbuh kembangnya. Kebiasaan mengonsumsi makanan junk food sejak remaja bisa membuat seorang anak berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan nantinya.

Kebutuhan gizi pada remaja perlu diperhatikan, karena kebutuhan nutrisi pada remaja meningkat dan terjadi pertumbuhan yang cepat. Selain itu, gaya hidup dan Kebiasaan remaja saat ini adalah mengkonsumsi makan yang tidak sehat sehingga itulah yang akan mempengaruhi asupan gizi. Kalangan remaja saat ini di sibukkan dengan aktivitas fisik, sehingga para remaja banyak dan sering kali mengkonsumsi makanan cepat saji, yang dimana makanan cepat saji inilah merupakan makanan yang tidak sehat. Pada saat semua yang serba modern seperti saat ini kebanyakan remaja pasti menginginkan segalanya serba cepat dan instan, termasuk dalam memilih makanan.

Makanan junk food menjadi popular karena penyajiannya yang cepat praktis dan tentunya memiliki rasa yang enak. Namun kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji atau junk food secara berlebihan akan menyebabkan dampak buruk bagi Kesehatan baik pada anak, remaja, maupun orang dewasa. Makanan cepat saji dapat meningkatkan resiko beberapa penyakit seperti obesitas, diabetes, hipertensi dan gangguan lemak darah atau disiplidemia. Selain itu, makanan cepat saji yang memiliki kandungan gula yang tinggi dapat menyebabkan karies gigi atau gigi berlubang.

Apa saja bahaya makan junk food bagi kesehatan remaja?

  1. Obesitas

Junk food sarat dengan kalori dari gula dan lemak rafinasi (terutama lemak jenuh dan terhidrogenasi yang menyumbat arteri, yang berasal dari minyak yang berulang kali dipanaskan kembali ke suhu tinggi untuk menggoreng). Sering makan junk food bisa menyebabkan anak remaja mengalami penambahan berat badan secara cepat.

2. Diabetes

Konsumsi junk food secara rutin menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kecenderungan masalah kesehatan, termasuk kejadian diabetes.

3. Tekanan Darah Tinggi

Junk food biasanya juga mengandung sodium atau garam yang tinggi, yang berkontribusi pada terjadinya tekanan darah tinggi. Asupan garam yang tinggi juga bisa memengaruhi fungsi ginjal secara negatif.

4. Stroke

Pola makan yang salah seperti makan makanan cepat saji dapat memicu terjadinya stroke pada usia muda. Hal ini disebabkan karena kandungan kolesterol yang tinggi.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Home
Account
Cart
Search